Dampak Kabut Asap Menyelimuti Desa Lung Sulit
Desa Lung Sulit saat ini dilanda kabut asap yang menyelimuti pemukiman dan kawasan hutan sekitar. Asap utamanya berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di wilayah sekitar, diperparah musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang membuat tanah sangat kering dan api sulit dipadamkan. Jarak pandang di desa turun drastis, udara terasa berbau asap dan terlihat buram sepanjang hari. Sehingga kualitas udara menjadi tidak sehat.
Penyebab terjadinya kabut asap adalah pembukaan lahan dengan cara dibakar karena masih dilakukan di wilayah sekitar desa untuk kebutuhan pertanian atau perkebunan, sehingga menyebar cepat karena cuaca kering dan juga angin yang stabil membawa asap dari titik kebakaran di sekitar hutan dan lahan masuk menuju wilayah pemukiman Desa Lung Sulit. Serta kurang curah hujan, selama bulan Agustus hingga awal September hujan sangat jarang turun, sehingga asap tidak bisa tercuci dan menumpuk di udara.
Banyak warga mulai mengalami keluhan batuk, sakit tenggorokan, iritasi mata, dan sesak napas. Kelompok yang paling rentan adalah bayi, anak-anak, lansia, dan penderita penyakit paru atau jantung. Partikel halus (PM2.5) dalam asap bisa masuk dalam tubuh dan menyebabkan gangguan jangka panjang. Sehingga aktivitas luar ruangan seperti berkebun, pergi ke ladang, dan anak-anak ke sekolah diberlakukan Belajar dari Rumah (BDR) selama kabut asap masih tebal. Disarankan memakai masker jika keluar rumah, memperbanyak minum air putih dan makan makanan yang sehat untuk menjaga daya tahan tubuh.
Upaya dan harapan Pemerintah desa bersama warga saling berkoordinasi untuk memantau perkembangan situasi dan membagikan informasi kesehatan. Harapan kita semua hujan segera turun dan kondisi membaik. Warga diimbau tetap tenang namun waspada, dan saling membantu.