Di Balai Adat Berhias Sapu Jagat, PRM-AID Diperkenalkan: Langkah Nyata Desa Kalimantan Utara Menuju

1787140503138.jpg
Gambar: Foto bersama dengan pak camat dan tim warsi ( Rujina ) Sumber: https://lungsulit.desa.id/

Suasana hangat menyelimuti balai pertemuan terbuka berstruktur kayu yang kokoh, digiasi ornamen berwarna-warni khas budaya dayak. Filosofi kebersamaan yang mengakar kuat ditanah Kalimantan Utara. Ditempat itulah, pada sebuah hari yang cerah, digelar kegiatan Sosialisasi yang akan mengubah cara desa mengelola data pengenalan sistem informasi Desa PRM-AID (Potensi Ruang Mikro -Aplikasi Informasi dari Desa) yang ditunjukan untuk mendukung kebijakan suatu data Indonesia hingga ke pelosok wilayah.

Sebelum memaparkan materi lebih lanjut oleh narasumber, bapak Paris sebagai Camat Mentarang Hulu membuka pertemuan tersebut dengan menyampaikan sedikit gambaran tentang Penguatan dan Integrasi Sistem Informasi Desa PRM-AID dalam Mendukung Kebijakan Suatu Data. Peserta duduk dengan seksama mendengarkan apa yang di sampaikan oleh beliau. Suasana saat itu tidak kaku seperti diruang tertutup aroma  alam sekitarnya yang sejuk dan nyaman,

Disinilah materi dipaparkan oleh narasumber, dengan adanya potensi sumber daya alam melimpah namun seringkali belum terpetakan secara akurat kehadiran PRM-AID bukan sekedar pengenalan aplikasi baru. Sistem ini menjawab masalah lama yang menghantui perencanaan pembangunan desa selama bertahun-tahun data yang terpecah-pecah dalam silo instansi, dikumpulkan secara manual, sering kali sudah usang ketika sampai ke tangan pemerintah kabupaten atau provinsi. Akibatnya, banyak program bantuan dan pembangunaan yang tidak tepat sasaran, bahkan melewatkan desa-desa terpencil yang paling membutuhkan.

PRM-AID masuk hingga ke unit terkecil komunitas ruang mikro disetiap RT, dusun, atau kelompok warga. Ia memetakan secara rinci mulai dari luas lahan pertanian, jumlah usaha mikro warga, sebaran rumah tangga rentan, kondisi fasilitas kesehatan hingga batas wilayah adat dan potensi wisata alam yang selama ini hanya diketahui masyarakat setempat.

Kegiatan tatap muka seperti inilah yang menjadi fondasi awal keberhasilan sistem PRM-AID. Teknologi secanggih apapun tidak bisa berjalan tanpa pemahaman dan partisipasi aktif perangkat desa serta warga. Disetiap pertanyaan yang diajukan kepada narasumber adalah langkah kecil menuju perubahan besar ketika desa tidak lagi hanya menjadi objek pengumpulan data oleh instansi pusat, melainkan subjek yang memiliki kedaulatan atas datanya sendiri.

Kegiatan ini berlanjut dengan semangat yang tak berkurang. Dibalik kesederhanaan tempat dan peralatan yang digunakan, tersimpan cita-cita besar menjadikan setiap desa di tanah Borneo ini memiliki data yang kuat, terintgrasi dan mampu menjadi penopang kebijakan yang adil bagi seluruh warga, sebuah langkah nyata yang dimulai dari sebuah ruang terbuka berhiaskan budaya demi masa depan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berkeadilan.

Bagikan post ini: